IndonesianEnglishArabicFrench

Protokol Kesehatan Warga Negara Indonesia & WNA Setelah Kedatangan di Indonesia

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Orang Asing pemegang Visa yang sah dan masih berlaku
  3. Orang Asing pemegang Izin Tinggal dan Izin Masuk Kembali yang sah dan masih berlaku
  4. Awak alat angkut
  5. Orang Asing dengan tujuan kesehatan atau kemanusiaan

Orang Asing pemegang Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas yang terbit sejak tanggal 22 April 2021 sampai dengan 18 Juli 2021, dan belum digunakan, dapat masuk ke Indonesia melalui perbatasan darat, bandara, atau pelabuhan tertentu sebelum tanggal 16 Oktober 2021 setelah dilakukan reaktivasi eVisa.

Reaktivasi Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas akan dilakukan secara otomatis oleh sistem. Direktorat Jenderal Imigrasi akan mengirimkan Visa yang sudah diaktifkan kembali ke alamat email yang terdaftar saat pengajuan Visa.

Seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

  1. Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah;
  2. Menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap seminimalnya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan sebagai persyaratan memasuki Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. WNI wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia, serta dalam hal WNI belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif;
    2. WNA wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia;
    3. Dalam hal WNA belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif, dengan ketentuan sebagai berikut :
      • WNA berusia 12 – 17 tahun;
      • Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; dan/atau
      • Pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).
    4. WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan;
    5. Kewajiban menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi COVID-19 (fisik maupun digital) sebagai persyaratan memasuki Indonesia dikecualikan kepada :
      • WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan; pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat; dan
      • WNA yang belum melakukan vaksinasi dan bermaksud untuk melakukan perjalanan domestik dan melanjutkan dengan tujuan mengikuti penerbangan internasional keluar dari wilayah RI, diperbolehkan untuk tidak menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar dari area bandara selama transit menunggu penerbangan internasional yang hendak diikuti, dengan persyaratan:
        1. Telah diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk melaksanakan perjalanan domestik dengan tujuan agar dapat meneruskan penerbangannya keluar dari Indonesia; dan
        2. Menunjukkan jadwal tiket penerbangan ke luar Indonesia untuk direct transit dari kota keberangkatan menuju bandara internasional di wilayah RI dengan tujuan akhir ke negara tujuan.
      • Pelaku perjalanan internasional usia di bawah 18 tahun; dan
      • Pelaku perjalanan internasional dengan kondisi Kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.
    6. Kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap ditulis dalam bahasa Inggris, selain dengan bahasa negara asal.
  3. Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara/wilayah asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau eHAC Internasional Indonesia;
  4. Dalam hal pelaku perjalanan internasional melakukan karantina terpusat dengan pembiayaan mandiri,w ajib menunjukkan bukti konfirmasi pembayaran atas pemesanan tempat akomodasi karantina dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia
  5. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina selama 10 x 24 jam;
  6. Dalam hal WNI yang berasal dari negara/wilayah sebagaimana dimaksud pada angka 2 tetap dapat memasuki wilayah Indonesia dengan dilakukan tes ulang RT-PCR saat kedatangan dan diwajibkan menjalani karantina 14 x 24 jam;
  7. Kewajiban karantina sebagaimana dimaksud dalam poin 4 dan 5, dijalankan dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI); Pelajar/mahasiswa; atau Pegawai Pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 19 Tahun 2021 (hyperlink ke peraturan terkait) tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional dengan biaya ditanggung oleh pemerintah; dan
    • Bagi WNI di luar kriteria sebagaimana dimaksud pada angka 1) dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina.
  8. WNI dengan status pejabat setingkat eselon I (satu) ke atas di Lembaga pemerintahan, pimpinan lembaga pemerintahan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan lembaga yudisial dalam rangka perjalanan dinas maka melakukan karantina mandiri bersifat individual;
  9. Dalam hal pejabat setingkat eselon I (satu) ke atas sebagaimana dimaksud pada angka 8 bukan dalam rangka perjalanan dinas maka melakukan karantina terpusat;
  10. WNA dengan status Kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dan keluarga dapat diberikan dispensasi terhadap pelaksanaan karantina terpusat selama 10×24 jam berupa pengurangan durasi karantina.
  11. Penutupan sementara WNA yang masuk ke wilayah Indonesia dan kewajiban karantina dikecualikan, dengan syarat menerapkan system bubble dan protocol Kesehatan ketat, bagi WNA dengan kriteria sebagai berikut:
    1. Pemegang visa diplomatic dan dinas;
    2. Pejabat asing setingkat Menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan;
    3. Pelaku perjalanna yang masuk ke Indonesia melalui skema Travel Corridor Arrangement;
    4. Delegasi negara-negara anggota G20; dan
    5. Pelaku perjalanan yang merupakan orang terhormat (honourable persos) atau orang terpandang (distinguished persons)

 

 

Sumber: Surat Edaran Kepala Satgas Covid Nomor 26 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid 19

Bandara dan pelabuhan internasional tertentu tetap berjalan selama Masa Penanganan Penyebaran COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Berikut daftar Tempat Pemeriksaan Imigrasi di bandar udara internasional yang masih dibuka, tempat masuk bagi pelaku perjalanan internasional, Tenaga Kerja Asing, dan Pekerja Migran Indonesia. WNI dan WNA Pemegang Visa Selain Visa Kunjungan Wisata
  1. Bandar Udara a. Soekarno Hatta, Banten; dan b. Samratulangi, Sulawesi Utara
  2. Pelabuhan Laut a. Batam, Kepulauan Riau; b. Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; dan c. Nunukan, Kalimantan Utara.
  3. Pos Lintas Batas Negara a. Aruk, Kalimantan Barat; dan b. Entikong, Kalimantan Barat.
Khusus WNA Pemegang Visa Kunjungan Wisata a. Hang Nadim (Batam, Kep. Riau) b. Ngurah Rai (Denpasar, Bali) Daftar selengkapnya Tempat Pemeriksaan Imigrasi pelabuhan laut dan Pos Lintas Batas Internasional dapat dilihat di sini.
  • Orang Asing  yang belum melakukan vaksinasi dan bermaksud untuk melakukan perjalanan domestik dan melanjutkan dengan tujuan mengikuti penerbangan internasional keluar dari wilayah RI, diperbolehkan untuk tidak menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar dari area bandara selama transit menunggu penerbangan internasional yang hendak diikuti, dengan persyaratan:
    1. Telah diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk melaksanakan perjalanan domestik dengan tujuan agar dapat meneruskan penerbangannya keluar dari Indonesia; dan
    2. Menunjukkan jadwal tiket penerbangan ke luar Indonesia untuk direct transit dari kota keberangkatan menuju bandara internasional di wilayah RI dengan tujuan akhir ke negara tujuan.
  • Ketentuan tinggal lajak (Overstay):
  1. Orang asing yang melebihi masa izin tinggal (tidak lebih dari 60 hari) di Indonesia akan dikenakan biaya beban. Denda overstay sebesar Rp1.000.000,- per hari per orang.
  2. Orang asing yang melebihi masa izin tinggal lebih dari 60 hari di Indonesia akan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan (cekal).
  3. Orang asing akan melalui tahapan pemeriksaan lanjutan di ruang wawancara dan membayar biaya overstay (disediakan resi pembayaran).
  1. Saudi Arabia
  2. United Arab Emirates
  3. Selandia Baru
  4. Kuwait
  5. Bahrain
  6. Qatar
  7. China
  8. India
  9. Jepang
  10. Korea Selatan
  11. Liechtenstein
  12. Italia
  13. Perancis
  14. Portugal
  15. Spanyol
  16. Swedia
  17. Polandia
  18. Hungaria
  19. Norwegia

Catatan:

  • Visa dapat diajukan dengan sponsor Biro Perjalanan Wisata
  • Hanya dapat masuk melalui Bandara Internasional Hang Nadim (Batam, Kep.Riau) dan Ngurah Rai (Denpasar, Bali)
  1. Afrika Selatan;
  2. Angola;
  3. Bostwana;
  4. Denmark
  5. Eswatini;
  6. Inggris
  7. Lesotho;
  8. Malawi;
  9. Mozambique;
  10. Namibia;
  11. Norwegia
  12. Zambia; dan
  13. Zimbabwe

Sumber: Direktorat Jenderal Imigrasi

Share:

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

Event Menarik

No data was found

Info Wisata